Wisata Pemandian Matoaie, Nagari Paninggahan, Solok

By Kecamatan Junjung Sirih 17 Mei 2019, 15:15:47 WIB Kemasyarakatan dan Sosial Budaya
Wisata Pemandian Matoaie, Nagari Paninggahan, Solok

Kabupaten Solok menyimpan banyak potensi wisata, terlepas dari pesona lima danau yang menjadi ikon wisata daerah penghasil bareh tanamo ini, ada potensi lain yang layak untuk dikunjungi. Seperti di bagian utara kabupaten tepatnya di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjungsirih akan disuguhkan suasana nyaman dan sejuk dengan pemandangan indah Danau Singkarak yang dikelilingi perbukitan. Bahkan ke arah utara Gunung Merapi dan Singgalang sebagai latarnya, apalagi jika dipandang dari atas perbukitan di Paninggahan tentu saja tak akan membuat bosan mata memandangnya.

Bukan Danau Singkarak yang memang mashur di telinga masyarakat Sumbar, melainkan salah satu pemandian yang tersembunyi di kawasan hutan yang masih asri, yakni Pemandian Matoaie yang terletak di Jorong Kotobaru Tambak Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Pemandian ini menawarkan sensasi kesejukan yang luar biasa serta air yang jernih, sebab letaknya di lingkungan hutan yang masih asri.

Berjarak sekitar 40 Km ke utara dari pusat kota Solok, atau rutenya dari Kota Solok terus ke utara menuju  Danau Singkarak dan masuk ke kiri di pertigaan dekat pasar Sumani Nagari Sumani Kecamatan IX Koto Singkarak. Sekitar 20 km dari simpang tersebut melewati Nagari Saniangbaka dan Nagari Muaropingai. Tak hanya itu, sepanjang jalan sesaat setelah masuk nagari Paninggahan, pengunjung juga akan disuguhi lukisan alam. Di sisi kanan akan terlihat hamparan Danau Singkarak sedangkan di sisi kiri Bukit Barisan, dua sisi alam yang berbeda disuguhkan sebagai pelepas penat berkendara.

Wisata ini berbentuk kolam yang memiliki kedalaman ± 3 meter. Dasarnya, pasir bebatuan yang di sekitarnya tumbuh-tumbuhan air dan di dalamnya tumbuh sebuah pohon pinus yang sudah berumur tua. Airnya yang jernih membuat kolam ini kelihatannya dangkal, tetapi justru sebaliknya.

Nazar Denmar, pengelola wisata pemandian Matoaie mengatakan, pemandian ini sudah ada sejak dulunya, namun baru dijadikan objek wisata sejak dekade 90-an. Saat itu para pengunjung dari daerah lain sudah ramai untuk mandi di sana. Sejak itu pun pihak jorong berinisiatif untuk mengelola pemandian matoaie tersebut secara swadaya bersama pemuda.

”Ini sudah dijadikan wisata sejak 20 tahun lalu. Puncaknya dari tahun ke tahun adalah saat Lebaran tiba, dari kabupaten Solok maupun kabupaten tetangga banyak yang berkunjung,” sebutnya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ia mengatakan masyarakat sekitar bahkan dari luar Kabupaten Solok seperti dari Jambi, Pekanbaru, Kota Solok yang melaksanakan ritual di lokasi ini. Apalagi ketika akan memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya. “Ratusan bahkan ribuan pengunjung yang datang setiap hari untuk balimau,” ujarnya.

Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya Rp 3 ribu. Belum lagi jasa sewa dan dalam yang harganya Rp 2 ribu. Untuk makanan, beberapa warga Paninggahan menyediakan berbagai aneka makanan panas dan minuman, harganya lumayan terjangkau. ”Kita ingin menjadikan pariwisata ini aman dan nyaman buat keluarga berkunjung,” tambahnya.

Ditambahkannya, Pemandian Matoaie ini terletak di pinggang perbukitan dan sumbernya berasal dari mata air yang cukup besar (seukuran badan kerbau-red) dan tidak pernah henti memancarkan airnya, kata Nazar, rata-rata 6.000 liter perjam nya. Oleh sebab itu air di kolam pemandian tersebut adalah air mengalir dan berganti setiap waktu. ”Ini murni hasil dari alam, maka dari itu keasriannya yang menjadi daya tarik wisata ini,” imbuhnya.

Dian Jelita, 29 Pengunjung asal Sawahlunto terkesan dengan wisata pemandian Matoaie ini. Apalagi lokasinya yang dikelilingi pohon-pohon rimbun dan pohon pinus, ditambah pemandangan bukit gagoan yang menambah kesan sejuk di kwasan ini. ”Airnya sangat jenis, khas daerah perbukitan,” pujinya.

Pengunjung lainnya, Ihksan Wibowo, 27, mengatakan tak hanya pemandiannya yang membuat candu, tapi pemandangan yang ditawarkan di sepanjang jalan menuju lokasi yang eksotik.”Jika sudah memasuki Paninggahan kita akan lupa bahwa ini masih di Solok. Sebab di kanan danau di kiri bukit. Jadi kesannya seperti daerah luar,” pungkasnya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment